Perkawinan Adat Sasak

PROSES ADAT  &  PROPERTI (LAMBANG ADAT)

PERKAWINAN BANGSE SASAK

  1. PROSES ADAT PERKAWINAN.

Dalam proses adat perkawinan dikenal dengan beberapa istilah sbb :

  1. MerangkatIM000524
  2. Sejati
  3. Selabar
  4. Nuntut Wali
  5. Rebaq Pucuk, Bait Janji, Nunas Panutan
  6. Sedawuh
  7. Sorong Serah
  8. Napak Tilas (Balas Ones Nae)
  1. Merangkat

Merangkat yaitu suatu acara makan berdua sebagian awal dari sebuah proses perkawinan, acara merangkat ini, dilakukan pada malam pertama calon pengantin wanita datang di gubug atau di kampung calon pengantin laki. Pada malam itulah kedua calon pengantin makan bersama (makan berdua) dan ditemani oleh satu orang perempuan tua atau salah seorang keluarga dekat dari calon pengantin laki (dulu disebut Inaq Umbaq). Dikatakan merangkat karena makanan yang disajikan dengan menggunakan satu buah wadah yang berisi satu butir telur ayam kampung, satu satu piring nasi, satu satu ekor ayam bakar panggangan lengkap dengan bumbunya (dulu wadahnya memakai dulang janggal dan ditutup dengan tembolaq daun duntal warna merah. Pada saat makan kedua calon pengantin, mereka duduk berhadapan dan calon pengantin laki sebaiknya bercerita tentang situasi keluarga, keadaan kampungnya, keadaan masyarakat kampungnya dan lain lain, artinya supaya calon pengantin wanita mengetahuinya untuk menjaga ketersinggungan dirinya. Pada malam datangnya calon pengantin ini, kaum muda-mudi juga datang meramaikan acara serta menyaksikan calon pengantin wanita sambil membawa rokok, ayam, telur, gula, kopi, teh dan lain-lain untuk sama – sama membalas jasa atau juga menanam jasa kepada kedua calon pengantin.

Menanam jasa artinya memberikan kepada kedua calon pengantin, sebab dikala nanti mereka pasti akan kawin akan dibalas juga dengan seperti itu, akan tetapi tidak tercatat sebagai hutang. Kalau terjadi tidak diberikan tidak menjadi permasalahan.

Membalas jasa artinya membalas kebaikan calon pengantin bahwa pada saat belum kawin pernah membantunya, (pertolongan jasa dibalas dengan jasa disebut Besiruan). Pada malam itu juga semua pemuda pemudi ikut makan bersama – sama sambil membuat pinje – panje (teka teki) yang sifatnya Humoris.

  1. Sejati

Sejati artinya sungguh atau sesungguhnya. Sejati merupakan proses informasi yang ditujukan kepada pemerintah desa (desa asal calon pengantin wanita) untuk memberitahukan kepada kepala desa (Pengamong Krame) kemudian dilanjutkan informasi tersebut kepala dusun atau keliang (Pengemban Krame).

Isi informasi (sejati) yang diucapkan di kepala desa yaitu : “ada salah seorang warga desa ini yang bernama  Ayu  anaknya  Bpk. Rahman berasal dari dusun Memelaq, bahwa Ayu (warga desa) telah meninggalkan desa ini sudah 3 hari yang lalu dengan tujuan kawin dengan warga dari desa Langko.

Isi informasi (sejati) yang diucapkan di kepala Dusun (Keliang) yaitu : “ada salah seorang warga Dusun ini yang bernama  Ayu  anaknya  Bpk. Rahman berasal dari dusun ini, bahwa Ayu telah meninggalkan desa ini sudah 3 hari yang lalu dengan tujuan kawin dengan warga dari desa Langko, dusun Mareje.

Sejati dapat dilakukan setelah 3 atau selampatnya 5 hari setelah keluar dari desa atau setelah diambil oleh calon suaminya. Dalam pelaksanaan sejati boleh berhubungan dengan pemerintah desa saja, kalau terjadi antar kecamatan maka dapat berhubungan dengan kepala desa dan kepala dusun (Keliang), akan tetapi kalau terjadi satu desa tapi lain keliang maka pelasanaan sejati dapat memnghubungi keliang, namun kalau terjadi satu dusun maka sejati dapat dilakukan sebagai permakluman dan dapat dilakukan ke proses selabar.

  1. Selabar

Selabar artinya sebar kabar. Selabar ini dilakukan setelah proses sejati selesai dijalankan dan diterima dengan baik oleh pihak pemerintah desa atau Keliang, dan prosese selabar ini dapat dilaksanakan kepada orang tua dan sanak saudara calon pengantin wanita melalui keliang selaku pendamping keluarga selaku penanggung jawab secara pemerintah yang ada di dusun atau kampung.

Isi informasi (selabar) yang diucapkan di keluarga besar calon pengantin wanita  yaitu : “ada anak, adik, kakak, saudara yang bernama  Ayu  anaknya  Bpk. Rahman berasal dari dusun ini, bahwa Ayu telah meninggalkan rumah, ibu, bapak serta saudaranya semua sudah 3 hari yang lalu dengan tujuan mau kawin dengan anaknya Bpk Sahdan warga dari desa Langko, dusun Mareje.

  1. Nuntut Wali

Nuntut wali artinya : menjemput wali, didalam pelaksanaan nuntut wali ini, apabila hal-hal yang penting didalam adat proses adatnya sudah semua selesai dibicarakan maka wali sudah bisa diambil untuk mengawinkan kedua calon pengantin tentu dengan hasil musyawarah dari kedua belah pihak keluarga calon pengantin wanita dan keluarga calon pengantin laki. Wali di jemput oleh beberapa orang dari pihak pengantin laki dan memawa seorang pemuka agama, Kyai, Ustad, atau Tuan Guru,

  1. Rebaq Pucuk, Bait Janji, Nunas Panutan

Rebaq Pucuk, Bait Janji, Nunas Panutan artinya meminta kepatutan atau kewajaran untuk dibebankan.

Proses ini adalah suatu bentuk proses untuk mengambil hasil musyawarah pihak keluarga pengantin wanita tentang pinansial yang sepantasnya. Ini dapat dilaksanakan kapanpun setelah ada kesiapan dari pihak pengantin laki, sebab ini adalah sifatnya khusus karena membicarakan tentang materi.  Rebaq Pucuk, Bait Janji, Nunas Panutan ini dilaksanakan oleh pihak pengantin laki yang benar – benar dekat serta berani bertanggung jawab atas keputusan yang disepakatinya. Didalam proses ini yang dapat dibicarakan tentang sbb :    – Materi atau Bande

- Penentuan hari gawe

- Lambang adat aji krame serta aturan diluar aji krame dan Sistim penyongkolan.

  1. Sedawuh

Sedawuh berasal dari kata Dawuh yang artinya : Aba – Aba atau Perintah.

Sedawuh ini dilakukan 7 hari sebelum hari Gawenya. Proses Sedawuh ini dilaksanakan oleh pihak pengantin laki yang mengutuskan 1 atau 2 orang memberitahukan tentang perkembangan atau kesiapan untuk menjalani karya adat dan yang paling utama yang dibicarakan adalah tentang ketetapan hari ( H ) bahwa hari gawe, lambang adat aji krame atau aturan diluar aji krame dan sistim penyongkolan yang ketiga item itu tidak ada perubahannya.

  1. Sorong Serah Aji Krame

Sorong arinya Dorongan, Serah artinya Penyerahan, Aji artinya Nilai strata, Krame artinya Aturan.

Sorong Serah Aji Krame artinya suatu dorongan kepada kedua orang tua pengantin untuk menyerahkan atau melepaskan (Serah Terima) anak mereka untuk hidup berumah tangga sehingga kedua pengantin tidak terikat pada orang tua mereka masing – masing. Didalam proses inilah nampak bahwa proses serah terima tanggung jawab kedua orang tua dan sanak saudara masing – masing dalam hal pemiharaan atau (pengasuh), disamping itu juga dalam proses sorong serah inilah merupakan puncak sidang krame adat perkawinan untuk bangse sasak, karena pada proses ini harus dihadiri oleh para sesepuh, para penglingsir, kepala desa, dan kepala kampung (keliang) dari kedua pengantin, proses sidang adat tersebut ditegaskan bahwa kedua pengantin dinyatakan Syah bersuami Istri dan disaksikan oleh seluruh masyarakat kampung bahkan diluar kampung (para tamu undangan)

  1. Napak Tilas (Balas Ones Nae)

Napak Tilas (Balas Ones Nae) artinya Kembali untuk Bersilaturrahmi.

Napak Tilas (Balas Ones Nae) ini merupakan suatu proses silaturrahmi antara ke dua orang tua serta sanak saudara dari kedua belah pihak dengantujuan untuk saling kenal lebih dekat, dan proses ini sangat perlu dilaksanakan sebab selama proses demi proses dilakukan oleh utusan saja, sehingga tidak tau mungkinkah utusan itu pernah membuat tersinggung antara kedua belah pihak, maka dalam napak tilas inilah tempat saling memaafkan sehingga untuk selanjutnya mari kita menjalin keluarga ini dengan baik.

  1. PROPERTI (LAMBANG ADAT) PERKAWINAN

Dalam melaksakan proses adat perkawinan bangse sasak terdapat beberapa properti atau Lambang Adat antara lain :

  1. Nampak Lemah

Nampak Lemah terdiri dari dua kata yaitu : Nampak artinya Nyata, Kelihatan, nyentuh

dan Lemah artinya Tanah / Bumi

Nampak Lemah artinya Tanah Yang Nyata, bahwa kita semua (manusia) hidup dan besar dari hasil tanah atau Bumi dan akan kembali dengan Nyata ke tanah.

Mengingatkan kepada semua manusia bahwa manusia yang lahir di dunia ini melalui proses yang sakral, manusia hadir di dunia ini dengan Nampak telanjang tidak membawa apa – apa dan berbaring di atas tanah

Nampak Lemah ini dilambangkan dengan benda yang berharga (mahal ), emas atau Uang Ringgit, ini artinya kelahiran manusia ini memiliki harga diri ( Harkat dan Martabat ) yang sangat mahal harganya.

  1. Olen – Olen

Olen artinya kumpulan benang yang sudah di proses memnjadi kain.

Olen dilambang dengan kain suatu tujuan untuk menutupi aurat dari baru lahir manusia sudah memakai kain,

Disimpulkan bahwa Ajikrame itu dilambangkan dengan Uang Dan Kain. karena manusia yang hidup di dunia ini tidak pernah terlepas dari kepeng dan Benang (kain)

  1. Sesirah Aji / Otak Bebeli

Sesirah Aji berasal dari kata Sirah yaitu Kepala. Dan Sesirah Aji / Otak Bebeli disimbulkan sbb :

-          Bokor  adalah merupakan perlambang sebuag bumi atau dunia

-          Kain Putih adalah merupakan perlambang kesucian

-          Kain Hitam adalah perlambang adat

-          Benang Kataq adalah merupakan pengikat antara agama dan adat yang ada di atas dunia agar dapat menjadi satu, artinya bahwa agama dan adat sudah ada pada satu wadah yaitu dunia sehingga harus berjalan dengan sama.

  1. Sali Dede

Salin Dede berasal dari dua kata yaitu salin dan Dede.

Salin Artinya Ganti

Dede Artinya Asuh

Salin Dede artinya pengantin wanita sudah berganti yang menanggung jawabkan dari segala kebutuhan hidupnya atau sudah ada orang memelihara dan mengasuh yaitu suaminya.

Salin Dede ini dilambangkan dengan beberapa macam benda yaitu :

-          Ceraken

Merupakan sebuah wadah yang terdapat bebrapa lubag di dalamnya, ceraken dan isinya adalah lambang untuk Kesehatan yang sistim pengobatannya secara tradisional, sehingga pada waktu menyerahkan harus diisikan dengan sgala macam ramuan obat – obatan dan bumbu – bumbu.

-          Tepaq / Tuai

Sebuah wadah yang bahan bakunya dari tanah yaitu untuk memandikan cabang bayi dan untuk memghangatkan badan ibu yang baru melahirkan.

-          Periuq

Sebuah wadah yang terbuat dari tanah yaitu untuk tempat untuk ari – ari bayi yang baru lahir dan ditanam dengan periuk. Dan banyak lagi proses yang lainnya.

-          Semprong Bambu

Sebuah sarana yang terbuat dari buluh bambu yang digunakan untuk meniup api di dapur atau juga untuk meniup api pada saat ibu baru selesai melahirkan tidak bisa kesana kemari sehingga ia harus meniup api yang ada di depannya untuk menghangatkan bagian perut atau betis yang masih bengkak

-          Sabuk Anteng

Sebuah benang sesekan atau tenunan yang terbuat dengan kurang lebih 3 atau 4 meter untuk mengikat perut ibu yang baru selesai melahirkan agar perutnya tidak selalu bengkak.

-          Kain Panjang

Sebuah kain batik panjang untuk mengingatkan kita sewaktu masih belum bisa apa – apa kita selalu tidur di atas gendongan ibu, dengan memakai kain panjang itulah ibu selalu menggendong kita

-          Sesapah

Sebuah wadah tempat nasi kunyahan ibu yang bentuknya lembut seprti bubur tapi berbentuk bundar dan diwadah itulah nasi itu ditaruh sesudah ibu mengunyahnya, dan juga tahan dari pagi sampai malam nasi tersebut tidak akan basi sehingga kapan pun waktunya bayi mau makan nasi sudah siap diatas sesapah.

-          gadang

Sebuah wadah tempat nasi untuk ibu yang bentuknya lembut seperti bubur, tapi berbentuk lembek dan digadang itulah nasi itu ditaruh sesudah  diangkat dari periuk, dan juga tahan dari pagi sampai malam nasi tersebut tidak akan basi sehingga kapan pun waktunya ibu mau makan nasi sudah siap diatas lelanjaq (gantungan)

  1. Pamungkas Wacana / Pemegat

Setiap ada pertemuan selalu ada perpisahan begitulah diibaratkan dengan Pamungkas Wacana ini, sebab Pamungkas adalah Penutup sedang Wacara adalah pembicaraan, sehingga pamungkas wacana ini dilambangkan dengan Uang recehan, uang inilah disebut dengan uang saksi.

  1. Penjaruman / Pemonggol / Tedung Arat

Penjaruman / Pemonggol / Tedung Arat adalah atas jerih payah kepala dusun yang dari dulu pengantin wanita ini yang selaku warganya ia pun ikut bertanggung jawab dengan keamanan warganya, Penjaruman / Pemonggol / Tedung Arat dilambangkan dengan Uang dan diserahkan kepada kepala dudun asal pengantin wanita.

  1. Kebo Turu

Kebo turu dilambangkan dengan kris yang terdiri dari besi dan sarung ini artinya besi adalah lambang laki – laki sedangkan sarung lambang wanita dan kedua lambang itu harus dijaga kehormatannya jangan sampai bukan besi miliknya yang disarung dan juga bukan sarung miliknya ia masuk. Sebab besi dan sarung kalau sudah pasangan tidak boleh sembarang ngambil pasangan lain akan mengakibatkan peperangan memakai keris yang sejati.

kris merupakan senjata dan sebagai pelengkap kehormatan dan perlengkapan upacara adat dan alat untuk membela keluarga (istri ) jika diganggu orang lain.

  1. Gaman Desa / Pembukaq Jebak

Gaman adalah sejata dan Desa adalah Desa

Gaman Desa dilambangkan dengan Senjata, yaitu senjata Tumbak sehingga zaman dulu di tiap desa mempunyai senjata desa dan sekaligus jaga oleh lang – lang desa.

Dengan sudah langka senjata seperti tumbak asli maka gaman Desa dilambangkan dengan Uang, nilai  keuangan sesuai peraturan desa setempat.

  1. Babas Kuta / Buka Kute

Babas Kuta adalah segala sesuatu pengurusan sewaktu mengurus apapun selalu melalui desa sehingga bagi masyarakat yang mengambil seorang warga desa itu maka harus membayar babas kuta biasa disebut oleh desa pembangunan desa dan lain – lain.


About these ads

8 Tanggapan

  1. maju & lestarikn terus adat sasak

  2. thank’s to your information :)

  3. Thanks, ne tgs gw mamend

  4. Sangat setuju adat sasak dilestarikan kepada arah yang lebih baik tentu perubahan itu sangat ditunggu masyarakat sasak. Kebebasan anak perempuan sering salah diartikan dalam proses awal ini (tepaling merarik).

    Etika memaling dedare tidak semuanya dilakukan terune ato bajang sekarang. Ibarat hukum rimba, terkadang cinta suci dedare – bajang bisa kandas, berbau pemaksaan, bahkan kriminalitas. Semuanya bisa berujung wah kedung te-kumbe’ mara’ bangke harus te tumput.

    Modernisasi membawa adat sasak keluar dari kulitnya dengan pelan. Apa yang anda bayangkan ketika anda melihat orang nyongkolan 25 tahun lalu dengan sekarang. Semoga dampak positifnya dapat kita ambil , hingga proses “Paling dedare” bisa diganti menjadi “Ngereda” sebagai bahasa halusnya “Melamar” yang menambah indahnya “Krame Merarik Sasak,berbunga “Ta’ruf Cinta yang berakar Sunnah Nabi”.

    Maaf semeton tiang…Sekedar ketimbang Momot…

    Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

  5. thanks udah bantuin,,nyelsein tugas Q

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: