GUMI PAER RAMBITAN / TANAH LELUHUR

DSCN0314Sepi mencekam, kala kelam semakin angkuhnya menelan kepekatan malam. Sepintas lalu terdengar suara rumpun  bambu riuh memuji alam. Angin berenang-renang di atas hamparan gora  yang menguning. Gonggong pun ikut menyumbangkan suaranya yang merdu. Namun cekikan bocah bermain petak umpat tak pernah terdengar.  Musnah tertelan gelombang kepekatan sunyi.

Aku duduk di sudut sepi. Di bawah langit, di kaki bukit, di sebuah desa kecil terpencil. Malam tidur lelap mendengkur diselimuti rasa damai bahkan suasana mati. Orang-orang telah kehilangan separuh napasnya dalam kehangatan karena kerja dalam keseharian tak pernah selesai. Malam kian mendengkur. Sepi kian ganas mencekam pekat dalam kesendirian. Tinggal kerdipan lampu-lampu minyak rumah penduduk di atas bukit nun jauh di sana terlihat bagai kerdipan bintang-bintang yang bertaburan di langit. Baca selebihnya »

NGULATI WANGSA / PENCARIAN JATI DIRI

Hidup bukan sepermukaan bumi

napas tak searah angin

diri tak sewajah muka

duka tak separah nestapa

bahagia tabir rasa yang selalu rahasia

perempuan itu percaya

bahwa dia hidup

Aku dari tiada, menuju tiada, berbekal tiada, ngulati wangsa

dan kembali ke tiada 1]

halilArus Jangkuk mengalir deras dan lepas ke bibir pantai, membelah jantung kota. Seorang perempuan tua keriput, mata menggua, dan rambut tipis memutih sedang duduk seorang diri. Termenung menanti. Sesekali bola matanya liar dan nyalang menyapu sepi. Bibirnya bergerak perlahan melantunkan tembang Kumambang:

Alhamdulillah sambatan panjak Dekaji Baca selebihnya »

WASIAT ROSULULLAH S.A.W. KHUSUS BUAT WANITA / ISTRI

Sesungguhnya wanita itu adalah diciptakan dengan keindahan tersendiri oleh Allah, tapi bisakah wanita itu menjaga keindahannya / atau diobralkah keindahannya, semoga saudara / saudara yang membaca tulisan ini dapat mengambil pelajaran buat kita terapkan dalam kehidupan kita, sesungguhnya laki-laki itu adalah pemimpin dalam keluarganya, sehingga keawajibannya atas kebutuhan lahir bathin bagi anggota keluarga.
Berikut wasiat ROSULULLAH S.A.W. Baca selebihnya »

LEBARAN KETUPAT

Seminggu setelah lebarah Idul Fitri, suatu tradisi masyarakat Lombok adalah perayaan lebaran ketupat. lebaran ketupat ini adalah merupakan kemenangan setelah idul fitri karena lebaran ini sebagai kemengan bagi masyarakat karena telah melaksanakan puasa sunat selama satu minggu. Baca selebihnya »

ISTIMEWANYA WANITA

  1. Doa wanita lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah S.A.W akan hal  tersebut,jawab baginda: “Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.” Baca selebihnya »

Laporan Keuangan

Asalamualaikum Wr. Wb.
Teman – teman semua dimanapun berada, sebagai tindak lanjut pekumpulan alumni kita ( Ikatan Keluarga Besar Alumni SMP Negeri 2 Mataram Kelas iii Angkatan 1983 ), bersama ini saya laporkan keberadaan keuangan yang Insya Allah akan saya laporkan perkembangannya setiap bulan. Baca selebihnya »

BUSANA ADAT SASAK

BERBusana Adat Sasak : adalah busana yang dibuat dipakai serta didukung oleh masyarakat sasak . Busana Adat Sasak dalam perkembanganya dipengaruhi oleh budaya Etnis Melayu, Jawa, Bali dan Bugis. Pengaruh dari berbagai etnis tersebut beralkulturasi menjadi satu dalam tampilan Busana Adat Sasak. Busana adat Sasak di berbagai lokus budaya/ sub etnik juga kita dapatkan berbagai bentuk variasi yang mencirikannya. Dikarenakan budaya Sasak bersendikan agama maka busana Sasak disesuikan dengan aturan agama yang dianut  ( mayoritas orang Sasak ; pemeluk Islam). Pemakaian busana adat dilakukan untuk kegiatan yang berkenaan dengan adat dengan tatacara yang beradat. Busana Adat berbeda dengan pakaian kesenian yang boleh memakai “sumping” , berkaca mata hitam, menggunakan pernik-pernik yang menyala keemasan. Dalam ketentuan dalam seminar dan lokakarya Pakain Adat Sasak yang dihadiri oleh para budayawan dan masyarakat adat,  telah disepakati pedoman dasar busana adat sasak , jenis dan maknanya sbb. Baca selebihnya »

Perkawinan Adat Sasak

PROSES ADAT  &  PROPERTI (LAMBANG ADAT)

PERKAWINAN BANGSE SASAK

  1. PROSES ADAT PERKAWINAN.

Dalam proses adat perkawinan dikenal dengan beberapa istilah sbb :

  1. MerangkatIM000524
  2. Sejati
  3. Selabar
  4. Nuntut Wali
  5. Rebaq Pucuk, Bait Janji, Nunas Panutan
  6. Sedawuh
  7. Sorong Serah
  8. Napak Tilas (Balas Ones Nae)
  1. Merangkat

Merangkat yaitu suatu acara makan berdua sebagian awal dari sebuah proses perkawinan, acara merangkat ini, dilakukan pada malam pertama calon pengantin wanita datang di gubug atau di kampung calon pengantin laki. Pada malam itulah kedua calon pengantin makan bersama (makan berdua) dan ditemani oleh satu orang perempuan tua atau salah seorang keluarga dekat dari calon pengantin laki (dulu disebut Inaq Umbaq). Baca selebihnya »

MIDANG – NGUJANG – MEREWEH

Ucapan “Midang” bersala lekan Basa Kawi ( Jawa Kuna), Midang Berma’na : acangkrama – beroja – bekedek ( becengkrama/ind. ) . Midar = ngelining. Menurut bahasa Sasak si tesebut haran midang sino , tau mama si lalo ngayo aning balen bebalu atawa dedara. Sera mula pengayona sino bedue maksud bekemele leq tau nina si teayoinna. Yan tau raos bineq mako, raos téngala, raos utang talang sino nde’na te haranin tau midang. Waktuna sihara midang sino hya kekelem antara jam 08/balu’  jangka  kira-kira jam 11/solas. Araq masi dengan midang kenjelo . Lagu’ sino kurang patut mengkarana’ ngelalahin dengan begawean. Baca selebihnya »

PERISAIAN

IM000551Perisaian adalah seni bela diri yang tradisi masyarakat Sasak dengan menggunakan sebatang rotan ( sasak ; penjalin ) sebagai senjata dan perisai berbentuk persegi empat terbuat dari kulit rusa atau kulit sapi betina (sasak; ende ) sebagai pelindung.
Keterampilan ini diregenerasikan secara alami oleh masyarakat sebagai sebuah permainan rakyat yang kemudian berkembang dalam bentuk yang lebih terorganisir dalam bentuk event pertandingan yang diselenggarakan dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten sampai se-Pulau Lombok.
Permainan ini merupakan permainan yang dilaksanakan oleh lelaki remaja dan dewasa yang mengadu keterampilan bela diri dengan kemampuan permainan tongkat rotan dengan target utama mengenai kepala lawan. Permainan dikatakan selesai manakala ada di antara sepasang petarung dapat memukul lawan dibagian kepala ( dagu ke atas ) sampai meneteskan darah. Seseorang yang sudah memiliki ketrampilan yang baik akan diberi gelar “Pepadu” (petarung). Seorang petarung dengan kemampuan yang dimilikinya siap menerima lawan “tidak pandang bulu”. Untuk melahirkan seorang pepadu akan terseleksi secara alami ketika ia muncul sebagai pemenang dalam berbagai pertandingan. Baca selebihnya »